Asia Tenggara
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Peta dunia yang menunjukkan lokasi Asia Tenggara.
Asia Tenggara adalah sebuah kawasan di
benua Asia bagian tenggara. Kawasan ini mencakup
Indochina dan
Semenanjung Malaya serta kepulauan di sekitarnya. Asia Tenggara berbatasan dengan
Republik Rakyat Cina di sebelah utara,
Samudra Pasifik di timur,
Samudra Hindia di selatan, dan Samudra Hindia,
Teluk Benggala, dan
anak benua India di barat.
Asia Tenggara biasa dipilah dalam dua kelompok: Asia Tenggara Daratan (ATD) dan Asia Tenggara Maritim (ATM).
Malaysia, meskipun ada bagian yang tersambung ke benua Asia, biasa dimasukkan ke dalam ATM karena alasan budaya. Semua negara Asia Tenggara terhimpun ke dalam organisasi ASEAN.
Timor Leste yang sebelumnya merupakan bagian dari
Indonesia telah mengajukan diri menjadi anggota ASEAN walaupun oleh beberapa pihak, atas alasan politis, negara ini dimasukkan ke kawasan
Pasifik.
[1]
Secara geografis (dan juga secara
historis) sebenarnya
Taiwan dan pulau
Hainan juga termasuk Asia Tenggara, sehingga diikutkan pula. Namun demikian, karena alasan politik Taiwan dan pulau Hainan lebih sering dimasukkan ke kawasan
Asia Timur.
Kepulauan Cocos dan
Pulau Christmas, yang terletak di selatan
Jawa, oleh beberapa pihak dimasukkan sebagai Asia Tenggara meskipun secara politik berada di bawah administrasi
Australia. Sebaliknya,
Pulau Papua dimasukkan sebagai Asia Tenggara secara politik meskipun secara
geologi sudah tidak termasuk benua Asia.
[sunting] Sejarah penamaan
Nama untuk kawasan ini pertama kali dipakai pada
abad ke-20. Sebelumnya Asia Tenggara dikenal dengan nama
India Belakang (jika dibandingkan dengan
anak benua India). Subkawasan Asia Tenggara terdiri dari sebelas negara, beberapa di antaranya berada di daratan utama (
mainland), yang juga dikenal sebagai Asia Tenggara Daratan (
Indocina) dan sebagian lagi seluruhnya merupakan kepulauan (Asia Tenggara Maritim), yang dikenal dengan istilah beragam, seperti Kepulauan Selatan (
Nan Yang, Cina dan Vietnam), Kepulauan Melayu (
Malay Archipelago menurut A.R. Wallace), Malayunesia (Logan),
Indonesia (Logan dan
Adolf Bastian), Hindia Timur (
Oost-Indie, Belanda),
Malaysia,
Insulinde (oleh orang Hindia Belanda di awal abad ke-20), atau
Nusantara (oleh masyarakat Indonesia). Agak menarik bahwa
Semenanjung Malaya biasanya dimasukkan dalam wilayah kepulauan meskipun masih tersambung dengan
benua Asia.
Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi, dengan aktivitas
kegempaan (seismik) dan
gunung berapi (vulkanik) yang tinggi. Sementara ATD relatif stabil dan merupakan daratan tua, ATM sangatlah dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar:
lempeng Indo-Australia dan
lempeng Eurasia, ditambah dengan
lempeng Filipina yang lebih kecil. Tiga pulau besar di Indonesia:
Sumatra,
Jawa, dan
Kalimantan baru terpisah dari benua Asia sekitar 10 ribu tahun yang lalu akibat naiknya muka air laut karena usainya
Zaman Es terakhir. Pulau Papua secara geologi termasuk dalam benua Australia, yang juga terpisah karena peristiwa yang sama. Kedua lempeng besar itu bertemu pada busur cekungan yang memanjang ke selatan dari Teluk Benggala di barat Myanmar dan Thailand, terus menuju sisi barat
Sumatra, lalu membelok ke timur membentuk
Palung Jawa yang memanjang di selatan
Jawa dan Kepulauan
Nusa Tenggara. Akibatnya gempa bumi sering terjadi di daerah-daerah sekitarnya, seperti
Gempa bumi Samudra Hindia 2004. Desakan lempeng Indo-Australia mengangkat permukaan pulau-pulau yang ada di dekatnya, sehingga terbentuklah deretan gunung berapi aktif. Pulau Jawa adalah pulau dengan cacah gunung berapi terbanyak di dunia.
Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara. Di sebelah timur Filipina terdapat pula Palung Mindanao dan Palung Mariana yang merupakan pertemuan antara lempeng Filipina dan lempeng Pasifik. Di Filipina juga terdapat aktivitas kegunungapian yang tinggi.
Puncak tertinggi yang berada di
Gunung Kinabalu (4.101 m; Kalimantan) dan
Puncak Jaya di
Pulau Papua, Indonesia (5.030 m).
Terdapat beberapa klaim dan perebutan wilayah dan batas perairan di kawasan ini, yang melibatkan negara-negara di kawasan ini maupun yang melibatkan negara di luar Asia Tenggara (terutama
Tiongkok dan
Taiwan dalam kasus
Kepulauan Spratly).
Geografi Asia Tenggara dapat dikategorikan menjadi dua bagian, daratan dan kepulauan. Negara-negara yang berada di daratan termasuk
Myanmar,
Kamboja,
Laos,
Thailand, dan
Vietnam. Sedangkan negara-negara yang berada di kepulauan termasuk
Brunei,
Filipina,
Indonesia,
Malaysia, dan
Singapura.
Dengan ditemukannya
Homo floresiensis di Pulau
Flores pada
2003 menandakan bahwa daerah kepulauan Asia Tenggara ini paling tidak telah ditinggali oleh manusia sejak 18.000 tahun lalu, dengan perkiraan terjauh sampai 94.000 tahun yang lalu. Sejarah Asia Tenggara sebelum zaman kerajaan tidak diketahui banyak. Beberapa kerajaan berawal di daratannya, yang sekarang
Burma,
Kamboja, dan
Vietnam.
Kerajaan pertama yang berkembang di kepulauan Asia Tenggara adalah
Sriwijaya. Dari sejak abad ke-5 ibu kota Sriwijaya,
Palembang, merupakan pelabuhan utama antara
India dan
Cina. Dan kemudian diikuti oleh
Majapahit,
Sailendra, dan
Mataram. Pedagang Muslim mulai memasuki daerah ini pada abad ke-12.
Pasai merupakan kesultanan pertama.
Karena kondisi geografis yang berdekatan dengan
India dan
Cina, kawasan ini banyak terpengaruh oleh kebudayaan India dan China.
Selat Malaka merupakan jalur perdagangan yang ramai sejak berabad-abad lalu dan masih bertahan hingga sekarang.
Kebanyakan ekonomi negara-negara di Asia Tenggara masih digolongkan kepada
negara berkembang, hanya
Singapura yang digolongkan ke dalam
negara maju.
Ekonomi kawasan Asia Tenggara masih banyak tergantung pada hasil alam, dengan pengecualian Singapura. Dengan pembentukan
kawasan perdagangan bebas Asia Tenggara oleh negara-negara
ASEAN diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.
Penduduk asli Asia Tenggara terdiri dari berbagai macam suku yang jumlahnya sangat banyak.
| Kamboja | suku Khmer (94%), Tionghoa (4%), suku Vietnam (1%), lainnya (kebanyakan suku Cham) (1%) |
| Laos | Lao Daratan Rendah (56%), Lao Theung (34%), Lao Soung (10%) |
| Myanmar | suku Burma (68%), Shan (9%), Karen (6%), Rakhine (4%), lainnya (termasuk suku Tionghoa dan Indo-Arya) (13%) |
| Thailand | suku Thai (75%), Tionghoa (14%), suku Melayu (4%), Khmer (3%), lainnya (4%) |
| Vietnam | suku Vietnam (88%), Tionghoa (4%), Thai (2%), lainnya (6%) |
| Brunei | Melayu (69%), Tionghoa (18%), suku pribumi Brunei (6%), lainnya (7%) |
| Filipina | Filipino (80%), Tionghoa (10%), Indo-Arya (5%), bangsa Eropa dan Amerika (2%), Arab (1%), lainnya (2%) |
| Indonesia | suku Jawa (41,7%), suku Sunda (15,4%), suku Melayu (3,4%), suku Madura (3,3%), suku Batak (3.0%), suku Minangkabau (2,7%), suku Betawi (2,5%), suku Bugis (2,5%), suku Banten (2,1%), suku Banjar (1,7%), suku Bali (1,5%), suku Sasak (1,3%), suku Makassar (1,0%), suku Cirebon (0,9%), suku Tionghoa (0,9%), suku Aceh (0,43%), suku Toraja (0,37%), sisanya ratusan suku kecil dari Rumpun Melanesia dan Melayu-Polinesia. |
| Malaysia | Melayu dan Orang Asli (60%), Tionghoa (30%), Tamil (6,4%), lainnya (2%) |
| Singapura | Tionghoa (76%), Melayu (15%), Indo-Arya (7%), lainnya (2%) |
| Timor Leste | suku Austronesia, suku Melayu, suku Portugis Eropa |
Agama yang dianut oleh penduduk Asia Tenggara sangat beragam dan tersebar di seluruh wilayah. Agama
Buddha menjadi mayoritas di
Thailand,
Myanmar, dan
Laos serta
Vietnam dan
Kamboja. Agama
Islam dianut oleh mayoritas penduduk di
Indonesia,
Malaysia, dan
Brunei dengan Indonesia menjadi negara dengan penganut Islam terbanyak di dunia. Agama
Kristen menjadi mayoritas di
Filipina. Di
Singapura, agama dengan pemeluk terbanyak adalah agama yang dianut oleh
orang Tionghoa seperti
Buddha,
Taoisme, dan
Konfusianisme.
Walau begitu, di beberapa daerah, ada kantong-kantong pemeluk agama yang bukan mayoritas seperti
Hindu di
Bali dan
Kristen di
Maluku dan
Papua atau Islam di
Thailand dan
Filipina bagian selatan.
Garis khayal Wallace yang memisahkan fauna Australasia dengan Asia Tenggara.
Beraneka ragam hewan hidup di Asia Tenggara; di pulau Kalimantan, dapat ditemukan
orangutan,
Gajah Asia,
Badak Sumatra dan
Macan Dahan (
Neofelis nebulosa diardi).
Binturong dapat ditemukan di pulau
Palawan.
Kerbau, baik yang dipelihara maupun yang liar, tersebar di sepanjang Asia Tenggara, sedangkan
kancil dapat ditemukan di Sumatra dan Kalimantan. Kancil sendiri merupakan hewan yang sering muncul dalam cerita-cerita rakyat di Indonesia dan banyak dikenal anak-anak.
Burung-burung yang cantik seperti
burung merak dan
srigunting (
drongo) hidup di subkawasan Asia ini hingga sejauh sebelah timur Indonesia.
Babirusa (babi dengan empat gading),
anoa, dan
komodo juga terdapat di Indonesia.
Burung Enggang banyak dicari untuk paruhnya dan diperdagangkan ke Tiongkok. Tanduk badak juga turut diperdagangkan.
Kepulauan Indonesia dipisahkan
Garis Wallace. Garis ini berada di sepanjang sebuah perbatasan lempeng tektonik, dan memisahkan spesies Asia (Barat) dari spesies Australasia (Timur). Pulau-pulau antara Jawa/Kalimantan dan Papua yang membentuk kawasan campuran di mana kedua spesies ada dinamakan
Wallacea.
Perairan dangkal di terumbu karang (
coral reef) di Asia Tenggara mempunyai tingkat
biodiversitas tertinggi untuk ekosistem laut di dunia, di mana ikan-ikan dan moluska banyak dijumpai.
Ikan hiu paus (
rhincodon typus) juga hidup di
Laut China Selatan.
Pepohonan dan tanaman lainnya di kawasan ini adalah tumbuhan tropis; di beberapa negara di mana terdapat gunung-gunung yang cukup tinggi, tanaman bersuhu menengah dapat ditemukan. Wilayah-wilayah
hutan hujan (
rainforest) ini saat ini banyak mengalami penebangan liar, khususnya di Kalimantan.
Meskipun Asia Tenggara kaya akan flora dan fauna, kawasan ini menghadapi
penebangan hutan yang berat, sehingga mengakibatkan hilangnya habitat berbagai
spesies terancam seperti orangutan dan
Macan Sumatra. Pada saat yang sama,
kabut asap juga merupakan peristiwa yang lazim. Kabut asap terburuk yang pernah terjadi berlangsung pada tahun
1998 di mana beberapa negara diselimuti kabut yang tebal. Menghadapi masalah ini, beberapa negara di Asia Tenggara menandatangani Persetujuan ASEAN mengenai Polusi Kabut Asap Transperbatasan (
ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution) untuk melawan polusi yang diakibatkan kabut asap.